Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Orang
JAKARTA – Pemerintah Provinsi Papua terus membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan melalui sekolah kedinasan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia Papua yang berkualitas, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menyampaikan bahwa kuota peserta program pembinaan calon siswa sekolah kedinasan pada tahun 2026 mengalami peningkatan, dari sebelumnya 30 orang menjadi 50 orang. Penambahan kuota tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut.
Marthen menegaskan bahwa seluruh peserta mendapatkan peluang yang setara dalam mengikuti proses seleksi. Ia memastikan tidak ada praktik titipan maupun campur tangan pihak tertentu yang dapat memengaruhi hasil seleksi.
Menurutnya, proses penerimaan dilaksanakan dengan mengutamakan keterbukaan dan objektivitas. Dengan demikian, peserta yang berhasil lolos diharapkan benar-benar merupakan putra-putri Papua yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk berkompetisi memasuki berbagai sekolah kedinasan di Indonesia.
Di samping program pembinaan sekolah kedinasan, Pemerintah Provinsi Papua juga tengah mempersiapkan Program Beasiswa Pace-Mace sebagai salah satu langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Papua.
Saat ini, program tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), terutama berkaitan dengan penyesuaian kebutuhan anggaran dan kemampuan keuangan daerah.
Marthen menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan untuk pelaksanaan Program Beasiswa Pace-Mace diperkirakan mencapai Rp60 miliar hingga Rp70 miliar setiap tahun.
Pemerintah Provinsi Papua berharap program beasiswa tersebut dapat segera diwujudkan sehingga semakin banyak generasi muda Papua memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Melalui berbagai program pendidikan ini, diharapkan lahir generasi Papua yang berpengetahuan, memiliki kompetensi, serta siap mengambil bagian dalam pembangunan dan kemajuan Tanah Papua.